Dikarenakan saya mempunyai voucher dari Saudia Airlines ,
jadi sebenarnya tiket saya seharga nol rupiah.
Dengan rute Jakarta -Frankfurt -Amsterdam-Jeddah-Jakarta ,
Qodarulah pesawat saya berubah jadi Jakarta -Doha -Munich-Amsterdam-Jeddah-Jakarta .
Free stopover di Doha karena saya ketinggalan pesawat ke Frankfurt.Setelah 10
hari di Jerman dan Belanda berangkatlah saya umroh dari Schippol Airport.
Saya menggunakan visa on arrival di bandara Jeddah karena saya memiliki visa Schengen
yang masih berlaku dan sudah dipakai dengan membayar 480 SAR ,Sekitar 1,9 juta
rupiah termasuk asuransi perjalanan. Lebih murah dibandingkan dengan teman
teman saya yang mengurus visa umroh dari Jakarta sekitar 3,4 juta Rupiah.Dikarenakan
landing dini hari saya antri cukup lama di counter voa sekitar 45 menit.
Sementara teman – teman saya yang landing bersamaan dari Jakarta sudah lewat
imigrasi dan mengambil koper.
Karena kereta kami yang akan membawa ke Madinah baru ada
pukul 8 pagi maka kami sholat,makan Al Baik dan beristirahat dulu di lounge
kereta lantai 2 karena kosong , kalau di
jam operasional sepertinya lounge khusus untuk penumpang business class saja. Tiket
kereta Airport Jeddah – Madinah dibeli
sebulan sebelum keberangkatan 138 SAR sekitar Rp 560.000/orang. Saya sempat
tanya orang Indonesia yang beli tiket go show seharga 1,1 juta .Jadi usahakan
membeli tiket haramain jauh – jauh hari.
Sesampainya di Madinah , kami memesan mobil online dari
aplikasi Uber seharga 45 SAR . Mobil yang mewah , supir yang ganteng , sampai
depan hotel patungan 60.000/orang .
Mashaallah.
Setibanya di hotel ,kami check in , booking hotel melalui
booking.com , bayar di hotel 2270 SAR sekitar Rp 11.400.000 untuk 5 hari 4 malam untuk
ber 3 free breakfast ,dan dikenakan
security deposit yang bisa diambil saat kami check out.
Saat di Madinah kami memperbanyak ibadah di masjid Nabawi,
dan berkesempatan untuk masuk raudhah melalui aplikasi nusuk sebanyak 2 kali.
Tibalah saat kami harus berpamitan dengan Madinah dan
melanjutkan perjalanan ke Mekah dengan kereta cepat seharga 172,50 SAR sekitar 700,000.
Dari hotel kami menggunakan Uber ke terminal kereta cepat Madinah.Kami
mengambil miqot di kereta cepat dan sholat di stasiun kereta haramain Madinah.
Saat mau boarding kereta , saya dan teman saya yang menggunakan
koper ukuran Large diharuskan untuk membayar extra fee untuk pengiriman koper
ke hotel , 2 koper large seharga Rp 674.000. Sedangkan teman yang membawa koper
ukuran medium bisa lenggang masuk ke area peron kereta.Jadi sebelum memutuskan
untuk naik kereta silahkan dilihat ketentuan bagasi yang berlaku.Karena seperti
yang saya lihat orang lokal Saudi hanya membawa koper ukuran kecil.
Tibalah kami di Mekah dan langsung menuju hotel dengan taxi
online Bolt ke hotel, Hotel kami di Mekah 15 menit jalan kaki ke masjid dan
tersedia shuttle 24 jam kecuali jelang waktu sholat.Untuk 5 hari 6 malam kami
membayar 2.720 SAR sekitar 11 juta Rupiah tanpa breakfast , 3 single bed.Beristirahat
sebentar dan langsung menunaikan ibadah umroh dibimbing dengan muthowif dengan
biaya 350 SAR.
Di Mekah kami berkesempatan umroh 3 kali dan satu kali sholat tarawih di Masjidil Haram dengan imam
Sheikh Sudais .
Tibalah saatnya kami harus kembali ke tanah air. Dari hotel
ke airport Jeddah kami menggunakan Bolt seharga 210 SAR sekitar 850.000 . Seharusnya ada bis gratis Mekah ke
airport Jeddah tapi kami sudah tidak ada energi untuk turun naik bis .
Total pengeluaran saya umroh mandiri sekitar 11 juta tanpa
tiket karena gratis voucher dari Saudia. Tinggal ditambahkan sendiri harga tiket Jakarta Jeddah Jakarta . Hemat bukan ?


No comments:
Post a Comment